Gusung Toraja Binuang, Kab. Polman, Sulawesi Barat "Berbasis pada alam dengan mengikutkan aspek pendidikan dan interpretasi terhadap lingkungan alami dan budaya masyarakat dengan pengelolaan kelestarian ekologis," Black, 1999.
Ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan 4 aspek utama. Keempat aspek ekowisata tersebut yakni konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya dan ekonomi masyarakat lokal, serta pembelajaran dan pendidikan.
Munculnya dampak negatif yang ditimbulkan pariwisata
konvensional berupa kerusakan lingkungan, menyingkirkan peran masyarakat, dan
menghilangkan budaya lokal. Selain itu dampak negatif lain dari pariwisata
konvensional, juga dilihat dari persaingan bisnis yang berlaku. Hal itu
dianggap dapat mempengaruhi dampak lingkungan, budaya, dan ekonomi masyarakat
setempat.
Dampak negatif tersebut, tidak berangkat dari asumsi belaka. Hal
ini tentu dibuktikan para ahli lingkungan dan budayawan, serta tokoh masyarakat
dan pelaku bisnis pariwisata itu sendiri.
Ekowisata
secara garis besar dijalankan dengan membawa wisatawan ke alam yang eksotis
dengan cara ramah lingkungan. Biasanya pengunjung akan dimanjakan para pelaku
wisata dengan pembangunan yang tak rama lingkungan. Menjalankan ekowisata
merupakan langkah untuk mengurangi adanya potensi kerusakan alam.
Pengertian Ekowisata
Ekowisata
lebih populer dan banyak dipergunakan dibanding dengan terjemahan yang
seharusnya dari istilah ecotourism atau ekoturisme. Terjemahan yang seharusnya
dari ecotourism adalah wisata ekologis.
Yayasan
Alam Mitra Indonesia (1995) membuat terjemahan ecotourism dengan ekoturisme. Pengertian
ekowisata diambil dari istilah para pecinta alam (rimbawan).
Para
rimbawan tersebut, menafsirkan ekowisata sebagai bentuk tanggungjawab
melestarikan alam, memberikan manfaat baik secara ekonomi maupun mempertahankan
budaya lokal masayarakat setempat.
Dari
penafsiran diatas dapat disimpulkan bahwa, bentuk ekowisata pada dasarnya adalah
gerakan konservasi.
Ekowisata menurut The Ecotourism Society (1990), adalah
suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami yang dilakukan dengan tujuan
mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk
setempat.
Semula ekowisata dilakukan oleh wisatawan pecinta alam yang
menginginkan di daerah tujuan wisata tetap utuh dan lestari, di samping budaya
dan kesejahteraan masyarakatnya tetap terjaga.
Dalam perjalanannya, bentuk ekowisata mulai berkembang setelah
banyak digemari wisatawan untuk berkunjung ke area alami, yang dapat
menciptakan kegiatan bisnis. Atas perkembangan tersebut, istilah Ekowisata
kemudian mendapat didefinisi baru dari Eplerwood pada Tahun 1999. Eplerwood mendefinisikan Ekowisata sebagai
bentuk petualangan ke area alami yang dapat menciptakan industri pariwisata.
Dari kedua definisi ini dapat dimengerti bahwa ekowisata dunia
telah berkembang sangat pesat. Ternyata beberapa destinasi dari taman nasional
berhasil dalam mengembangkan ekowisata ini.
Tidak berhenti sampai disitu, secara pengertian dan bentuk
ekowisata terus mengalami perkembangan. Seperti yang dikemukakan Australian Department of Tourism (Black,
1999), ekowisata adalah wisata berbasis pada alam dengan mengikutkan aspek
pendidikan dan interpretasi terhadap lingkungan alami dan budaya masyarakat
dengan pengelolaan kelestarian ekologis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar